Tidakhanya itu namanya juga diabadikan sebagai nama surat "Maryam" di dalam Al-Qur'an, yakni surat ke-19, atau dalam Juz ke-16. Namun demikian Siti Maryam bukanlah satu-satunya perempuan yang keberadaannya disebut di dalam Al-Qur'an meski hanya secara implisit, yakni Siti Hawa (istri Nabi Adam 'alaihimassalam) dalam surat al-Baqarah ayat 35; Siti Asiyah (istri Fir'aun) dalam surat
Dikelilingioleh para malaikat sebagai bentuk pemuliaan kepada mereka dan tanda pekerjaan mereka disukai atau diridhai. Mereka disebut pada sisi makhluk yang mulia, maksudnya mereka disanjung-sanjung oleh kelompok makhluk yang mulia yang lebih baik dari mereka yaitu di sisi para malaikat. Al-jaza' min jinsil 'amal, artinya balasan sesuai
Malaikatyang ditugasi untuk mencabut nyawa adalah malaikat
Jibril Mikail dan Israfil ketiga-tiganya malaikat yang disebut Nabi SAW di dalam do'anya, ketika beliau memulai shalat (doa iftitah) di waktu malam (shalat lail), yang artinya : "Yaa Allah, Tuhan Jibril, Mikail dan Israfil, pencipta langit dan bumi, yang Maha Mengetahuii yang gaib dan yang nyata.
13 Azh Zhil. Malaikat Azh Zhil adalah malaikat pemberi naungan sekaligus malaikat yang mendampingi Nabi Ibrahim ketika berada di kobaran api. Kamu bisa jadikan nama Azh Zhil sebagai inspirasi nama si kecil yang dengan harapannya bisa menjadi orang yang senantiasa memberi naungan dan pertolongan bagi orang lain.
Disinimenunjukkan karakter yang berbeda, Maryam dan Maria dalam perspektis dua agama yang berbeda. Juga penyebutan nama nama sebagai sahabat Yesus bin Daud, terdiri dari beberapa murid sedangkan dalam Quran, Isa bin Maryam memiliki sahabat yang disebut Hawariyun. Yang jelas dialogis dua agama ini mensyaratkan yang berbeda terhadap Yesus dan
قَالَتْإِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَٰنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا. " Maryam berkata: 'Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Rabb Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa' ." (QS. Maryam: 18). Maryam cuma mengira kalau nantinya malaikat tersebut mengganggu dirinya.
Diantara malaikat yang Allah Subhanahu wa ta'ala sebutkan dalam Al-Qur'an ada nama Malaikat Zabaniyyah. Siapakan malaikat ini? Dan apa tugas yang Allah turunkan kepadanya? Dalam Islam, beriman dan meyakini keberadaan malaikat merupakan salah satu dari rukun iman. Umumnya, sebagai seorang muslim, kita hanya mengetahui ada 10 nama malaikat dengan masing-masing tugasnya yang sudah Allah Ta'ala tetapkan kepadanya.
NabiMuhammad lalu keluar dari gua dan melihat namus yang merupakan julukan Malaikat Jibril dalam wujud laki-laki. Sang malaikat kemudian menyampaikan tugas sebagai utusan Allah pada Nabi Muhammad SAW. Tugas yang tidak ringan namun berhasil diselesaikan dengan sangat baik. "Wahai Muhammad engkau adalah Rasulullah dan aku adalah Jibril," ujarnya sang rohul kudus. Kebenaran ini pula yang disampaikan Waroqoh ketika mendengar kabar dari Khadijah dan Nabi Muhammad.
Malaikatjibril disebut dua kali dalam Al-Quran yaitu pada Surat Al-Baqarah ayat 97-98 dan Surah At-Tahrim ayat 4. Malaikat Mu'aqqibat, yang bertugas pelihara manusia dari kematian hingga saat yang sudah diputuskan yang datang silih bertukar. Malaikat Arham, yang bertugas untuk mengambil keputusan rejeki, ajal, keberuntungan serta yang
ncYY. Jakarta - Nabi Isa AS atau dikenal juga Isa Al-Masih dikenal dalam agama samawi, Nasrani dan Islam, meski dengan sudut pandang dan status berbeda. Dalam Islam, Nabi Isa AS adalah nabi dan rasul. Hanya saja, Nabi Isa AS memiliki tempat istimewa nan agung, yakni sebagai salah satu ulul azmi. Dalam khazanah Islam, Nabi Isa juga banyak diperbincangkan karena kelahirannya yang unik, kehidupan, dan kematiannya atau lebih tepatnya diangkatnya Nabi Isa AS. Naskah Khutbah Jumat Kisah Nabi Isa AS dalam Al-Qur’an Naskah Khutbah Jumat Niat Suci Beribadah Haji ke Tanah Suci Kumpulan 15 Naskah Khutbah Jumat Pilihan Redaksi untuk Akhir Syawal Mei 2023 Diketahui, Nabi Isa AS lahir tanpa seorang ayah. Allah menciptakannya tanpa seorang bapak. Hal itu tidaklah sulit bagi Allah, sebagaimana penciptaan Nabi Adam AS, yang tanpa bapak dan ibu. إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِنْدَ اللهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ Maknanya “Sesungguhnya misal penciptaan Isa bagi Allah, adalah seperti penciptaan Âdam. Allah menciptakan Âdam dari tanah, kemudian Allah memunculkannya dengan mudah dan tanpa lelah. ” QS Ali Imran 59. Ibunda Nabi Isa AS adalah Maryam binti Imran. Oleh umat Islam, dia juga disebut sebagai Sayyidah Maryam atau Siti Maryam, yang menunjukkan penghormatan dan kekaguman muslim kepada ibu Isa Al-Masih ini. Simak Video Pilihan IniDetik-Detik Nelayan Terpental dan Tenggelam Usai Kapalnya Dihantam Ombak Pantai Sodong CilacapSeperti penjelasan di NU Online, Ibunda Nabi Isa, yaitu Sayyidah Maryam alaihassalam adalah wanita paling mulia di dunia. Allah subhanahu wata’ala menyifatinya dalam Al-Qur’an dengan gelar ash-shiddîqah. Maryam tumbuh besar dalam kesucian dan jauh dari maksiat. Ia terdidik dalam kondisi bertakwa kepada Allah, melaksanakan semua kewajiban, menjauhi semua perkara haram dan memperbanyak amalan-amalan sunnah. Maryam diberikan kabar gembira oleh para malaikat bahwa Allah SWT memilihnya di antara seluruh wanita yang ada, dan Allah menyucikannya dari segala perbuatan kotor dan hina. Allah subhanahu wata’ala berfirman وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ. سورة آل عمران ٤٢ Maknanya “Dan ingatlah ketika malaikat Jibril berkata "Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia. ” QS Âli Imrân 42 Para malaikat bukanlah laki-laki dan bukan pula perempuan. Mereka adalah para hamba yang mulia yang diciptakan dari cahaya. Kadang mereka beralih bentuk dengan bentuk laki-laki tanpa alat kelamin laki-laki. Dengan bentuk inilah, Allah mengutus Jibril alaihissalam suatu hari kepada Sayyidah Maryam dalam rupa seorang pemuda yang putih mukanya. Ketika Sayyidah Maryam melihat Jibril alaihissalam yang berbentuk seorang pemuda yang berparas putih, beliau tidak mengenalinya, lalu Maryam takut kepadanya, bingung dan mengkhawatirkan keselamatan dirinya. Sayyidah Maryam mengira Jibril adalah seorang manusia yang datang untuk mengganggunya. Maka Sayyidah Maryam mengatakan apa yang Allah beritakan dalam Al-Qur’an قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَٰنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا. سورة مريم ١٨ Maknanya “Maryam berkata Sesungguhnya aku berlindung darimu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa. ” QS Maryam 18. Seolah Maryam berkata, wahai Jibril, jika anda orang yang bertakwa dan taat kepada Allah, maka janganlah melakukan keburukan terhadapku. Maka Jibril berkata bahwa ia diutus kepadanya untuk memberikan anak yang shalih yang bersih dari segala dosa. Lalu Maryam berkata “Bagaimana mungkin aku mempunyai seorang anak padahal tidak ada suami yang mendekatiku dan aku juga bukan pendosa dan pelaku zina?” Jibril pun menjawab tentang keheranannya bahwa menciptakan seorang anak tanpa bapak adalah mudah bagi Allah subhanahu wata’ala dan Allah akan menjadikannya pertanda bagi manusia dan bukti kesempurnaan atas kekuasaan qudrah Allah subhanahu wata’ala serta menjadi rahmat dan nikmat bagi orang yang mengikuti, mempercayai dan beriman kepadanya. Allah subhanahu wata’ala berfirman فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا، فَأَجَاءَهَا الْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ النَّخْلَةِ قَالَتْ يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا، فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا، وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا، فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا ۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ الْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِي إِنِّي نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ الْيَوْمَ إِنْسِيًّا. سورة مريم ٢٢ - ٢٦ Maknanya “Maka Maryam mengandung, lalu ia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksanya bersandar pada pangkal pohon kurma, dia berkata "Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan, lagi dilupakan. ” Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah "Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini" QS Maryam 22-26. Kelahiran Nabi Isa ASJibril alaihissalam meniupkan di kerah baju bukaan di bagian leher Sayyidah Maryam, maka beliau mengandung Nabi Isa. Kemudian Maryam mengasingkan diri dengan kandungannya itu dan menjauh, karena takut diolok-olok masyarakat sebab ia melahirkan tanpa suami. Rasa sakit menjelang kelahiran pun mengantarkan Sayyidah Maryam ke batang sebuah pohon kurma yang sudah kering. Di sana karena takut disakiti orang, Sayyidah Maryam berharap untuk mati. Maka Jibril memanggilnya dari sebuah tempat di bawahnya di lereng sebuah gunung untuk menenangkannya dan memberitahukan kepadanya bahwa Allah subhanahu wata’ala menjadikan sungai kecil di dekatnya dan Jibril memerintahkannya agar menggoncang batang pangkal pohon kurma tersebut sehingga berguguran ruthab kurma yang mulai enak dimakan yang masih segar, agar Maryam makan dan minum dari rezeki yang Allah berikan kepadanya, dan agar ia senang. Jibril juga mengatakan kepadanya supaya berkata kepada orang yang melihatnya dan bertanya kepadanya tentang putranya “Aku telah bernazar kepada Allah untuk tidak berbicara kepada seorang pun.” Nazar seperti ini sah dalam syari’at-syari’at terdahulu. Saudara-saudaraku, Kemudian setelah proses melahirkan yang penuh berkah, Sayyidah Maryam pun kembali kepada kaumnya membawa putranya Isa alaihissalam sebagaimana Allah tegaskan dalam Al-Qur’an فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّا. سورة مريم ٢٧ Maknanya “Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar’. ” QS Maryam 27. Kaumnya pun berkata kepadanya Engkau telah melakukan perbuatan mungkar yang besar. Mereka berburuk sangka kepada Maryam, menyalah-nyalahkan dan menyakitinya sementara Maryam tetap diam dan tidak menjawab, karena ia telah memberitahukan kepada mereka bahwa ia telah bernazar kepada Allah untuk tidak berbicara. Ketika keadaan menjadi sulit, maka Maryam menunjuk kepada Isa agar mereka berbicara kepadanya. Ketika itulah, mereka berkata kepada Maryam apa yang Allah beritakan dalam Al-Qur’an denganfirman-Nya فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيًّا. سورة مريم ٢٩ Maknanya “Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?’” QS Maryam 29 Diangkatnya Isa Al-MasihKetika itulah, Allah subhanahu wata’ala Yang Mahakuasa atas segala sesuatu dengan qudrah-Nya menjadikan Isa alaihissalam mampu berbicara, padahal ketika itu ia masih berupa bayi yang menyusu. Maka Isa mengatakan apa yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللهِ. سورة مريم ٣٠ Maknanya “Isa berkata Sesungguhnya aku ini hamba Allah…” QS Maryam 30 Allah menjadikannya mampu berbicara saat masih dalam buaian. Dan kalimat pertama yang diucapkan Isa alaihissalam adalah "abdullâh" sebagai pengakuan akan kehambaannya kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa, Dzat yang tidak melahirkan dan dilahirkan. آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا، وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ. سورة مريم ٣٠-٣١ Maknanya “Dia memberiku al Kitâb Injîl dan Dia menjadikanku seorang nabi. Dan Dia menjadikanku seorang yang diberkati di mana saja aku berada…” QS Maryam 30-31. Yakni, Allah jadikan aku bermanfaat bagi orang banyak, mengajarkan kebaikan ke mana pun aku pergi. وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا، وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا. سورة مريم ٣١-٣٣ Maknanya “…dan Dia memerintahkan kepadaku mendirikan shalat dan menunaikan zakat selama aku hidup. Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali. ” QS Maryam 31-33 Isa alaihissalam tumbuh dengan baik. Lalu ia menghafal kitab Taurât dan mengamalkan syari’atnya, hingga Allah menurunkan wahyu kepadanya. Maka ia berbicara kepada Bani Israil, mengatakan apa yang Allah beritakan dalam Al-Qur’an وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ مُبِينٌ Maknanya “Dan ingatlah ketika Isa ibnu Maryam berkata "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurât, dan memberi kabar gembira dengan datangnya seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad Muhammad. ”Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata "Ini adalah sihir yang nyata. ” QS ash-Shaff 6 Lalu Nabi Isa alaihissalam berdakwah kepada kaumnya seperti halnya semua nabi dan rasul. Ia mengajak kaumnya kepada Islam, beribadah kepada Allah semata dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Akan tetapi kaumnya mendustakannya, iri terhadapnya, dan menudingnya sebagai seorang penyihir, dan tidak ada yang beriman kepadanya kecuali jumlah yang sedikit. Kaumnya mulai menyakitinya dan berupaya membunuhnya, akan tetapi Allah menjaganya dan mengangkatnya ke langit seperti disebutkan dalam Al-Qur’an. Nabi Isa alaihissalam seperti utusan-utusan Allah yang lain telah menyampaikan berita gembira tentang penutup para nabi, yakni nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan mewasiatkan kepada para pengikutnya agar mengikuti Muhammad dan membelanya jika mereka mendapati masanya diutus. Wasiat Nabi Isa ASAbû Sa’d an-Naysabûri dalam kitabnya, Syaraf al-Mushthafâ telah meriwayatkan bahwa suatu ketika ada empat orang yang berangkat dari Yaman menuju Makkah di awal masa diutusnya Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Di antara mereka ada seorang yang bernama Ja’d bin Qays al Murâdiyy. Malam pun tiba, ketika mereka berada di padang yang terbuka, maka mereka singgah di sebuah tempat dan tidur kecuali Ja’d bin Qays al Murâdiyy. Tiba-tiba Ja’d mendengar suara tanpa rupa, berkata kepadanya أَلَا أيُّهَا الرَّكْبُ الْمُعَرِّسُ بَلِّغُوْا إِذَا مَا وَصَـلْتُمْ لِلْحَطِيـمِ وَزَمْزَمَا مُحَمَّدَنِ الْمَبْعُـوْثَ مِنَّــا تَحِيَّــةً تُشَــيِّعُهُ مِنْ حَيْثُ سَــارَ وَيَمَّمَا وقُوْلُوْا لَهُ إِنَّـا لِـدِيْنِكَ شِــــيْعَةٌ بِذٰلِكَ أَوْصَانَا الْمَسِيْحُ ابنُ مَرْيَمَا “Wahai rombongan yang sedang beristirahat, jika kalian sampai ke Hathîm dan Zamzam, sampaikanlah dari kami ucapan salam kepada Muhammad yang diutus oleh Allah. Keselamatan semoga selalu menyertainya ke mana pun ia berjalan dan bepergian, katakanlah kepadanya Kami adalah pendukung-pendukung agamamu, dengan inilah al Masîh Ibnu Maryam berpesan kepada kami." Ternyata suara tersebut berasal dari seorang jin mukmin yang mendapati masa Nabi Isa alaihissalam sebelum diangkat ke langit. Jin ini beriman kepada Nabi Isa dan mendengar wasiatnya untuk beriman kepada Muhammad shallallahu alaihi wasallamdan mengikutinya ketika ia muncul. Jin ini berpesan kepada Ja’d agar menyampaikan salamnya kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, jika ia telah sampai di Makkah. Ketika rombongan tersebut sampai ke Makkah, Ja’d bertanya kepada penduduk Makkah tentang Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, akhirnya Ja’d bertemu dengan Nabi, beriman kepadanya dan masuk Islam. Peristiwa ini terjadi sebelum kabar tentang Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam tersebar di jazirah Arab. Dalam kisah ini juga terdapat tambahan penjelasan bahwa Nabi Isa alaihissalam datang membawa agama Islam seperti halnya semua nabi yang lain sebagaimana diriwayatkan oleh al Bukhâri bahwa Rasûlullâh shallallahu alaihi wasallam bersabda اَلْأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ لِعَلَّاتٍ دِيْنُهُمْ وَاحِدٌ وَأُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى، وَأَنَا أَوْلَى النَّاسِ بِعِيْسَى ابْنِ مَرْيَمَ لَيْسَ بَيْنِيْ وَبَيْنَهُ نَبِيٌّ Maknanya “Para nabi bagaikan saudara-saudara seayah, yakni agama mereka satu, yaitu Islam dan ibu-ibu mereka yakni syari’at-syari’at mereka berbeda-beda, dan aku adalah orang yang paling dekat dengan Isa bin Maryam, tidak ada nabi lain antara diriku dan Nabi Isa. ” HٌR al Bukhâri. sumber Tim Rembulan* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Kisah Maryam dengan Mendapatkan Buah yang Bukan pada Musimnya Allah subhanahuwata’ala berfirman dalam surat Ali Imran ayat 37 yang artinya “Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakariya berkata “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh makanan ini?” Maryam menjawab “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.” QS. Ali Imran 37. Para ahli tafsir mengatakan, “Zakariya menempatkan Maryam di tempat yang mulia yang terletak di dalam masjid. Tidak ada yang dapat menemuinya selain Zakariya. Maryam beribadah kepada Allah di tempat itu dan ia pun melakukan kewajibannya. Ia senantiasa melaksanakan ibadah siang ataupun malam hari. Maryam pun dijadikan permisalan oleh Bani Israil karena ibadahnya. Ia dikenal memiliki kondisi yang mulia dan sifat yang baik. Ketika Nabi Zakariya masuk di tempat ibadahnya disebut mihrab, ia mendapati di sisi Maryam ada rezeki yang di luar dari kebiasaan. Ia dapati buah yang seharusnya ada pada musim panas, ternyata ada pada musim dingin. Sebaliknya ia dapati buah yang seharusnya ada pada musim dingin, ternyata ada pada musim panas.” Al-Bidayah wa An-Nihayah, 2422-423 Zakariya pun bertanya, “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh makanan ini?” Maryam menjawab, “Maryam menjawab “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.” Mulai saat itulah, Zakariya sangat berharap ia memiliki anak dari keturunannya meskipun ia telah tua. Dalam ayat disebutkan, “Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa“.” QS. Ali Imran 38 Sebagian ulama mengatakan, “Zakariya berkata, Ya Allah yang telah memberi buah pada Maryam yang bukan pada waktunya, berikanlah rezeki anak padaku walaupun bukan lagi pada waktunya karena sudah berusia tua.” Al-Bidayah wa An-Nihayah, 2423 Maryam Menjadi Wanita TerpilihAllah Ta’ala berfirman, Dan ingatlah ketika Malaikat Jibril berkata “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia yang semasa dengan kamu.Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’. Yang demikian itu adalah sebagian dari berita-berita ghaib yang Kami wahyukan kepada kamu ya Muhammad; padahal kamu tidak hadir beserta mereka, ketika mereka melemparkan anak-anak panah mereka untuk mengundi siapa di antara mereka yang akan memelihara Maryam. Dan kamu tidak hadir di sisi mereka ketika mereka bersengketa. Ingatlah, ketika Malaikat berkata “Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan dengan kalimat yang datang daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah, dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia adalah termasuk orang-orang yang saleh”. Maryam berkata “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-lakipun”. Allah berfirman dengan perantaraan Jibril “Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya “Jadilah”, lalu jadilah dia. Dan Allah akan mengajarkan kepadanya Al Kitab, Hikmah, Taurat dan sebagai Rasul kepada Bani Israil yang berkata kepada mereka “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tand mukjizat dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda kebenaran kerasulanku bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman. Dan aku datang kepadamu membenarkan Taurat yang datang sebelumku, dan untuk menghalalkan bagimu sebagian yang telah diharamkan untukmu, dan aku datang kepadamu dengan membawa suatu tanda mukjizat daripada Tuhanmu. Karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Sesungguhnya Allah, Tuhanku dan Tuhanmu, karena itu sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus.” QS. Ali Imran 42-51 Disebutkan dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah 2424, “Allah Ta’ala telah menyebutkan bahwa para malaikat telah memberikan kabar gembira kepada Maryam bahwasanya ia telah dipilih oleh Allah dari sekian banyak wanita di zamannya. Ia dipilih untuk melahirkan seorang anak tanpa adanya ayah. Maryam diberi kabar bahwa anak tersebut kelak akan menjadi seorang nabi. Dalam ayat disebutkan, “Dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian.” Maksud kalimat ini adalah Isa di masa kecilnya akan mengajak manusia untuk beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan selain-Nya. Tatkala dewasa, Isa tetap mengajak untuk menyembah Allah. Maryam diperintahkan untuk memperbanyak ibadah, ketaatan yang terus menerus, sujud, dan rukuk. Hal tersebut dilakukan agar Maryam pantas mendapatkan karamah seperti itu, juga sebagai wujud syukur atas nikmat tersebut. Ada yang berkata, Maryam melaksanakan shalat hingga bengkak kedua kakinya.’ Semoga Allah meridai dan merahmatinya. Semoga Allah mencurahkan rahmat kepada bapak dan ibunya.”